Marhaban Ya Ramadhan….

September 4, 2007

Marhaban Ya Ramadhan

Bulan suci Ramadhan datang kembali. Rasulullah SAW dan para sahabat, selalu menyambut datangnya bulan Ramadhan dengan kalimat: “Marhaban ya Ramadhan. Selamat datang wahai Ramadhan.”

Rasulullah, para sahabat, dan seluruh pengikutnya yang setia mengikuti jejak risalah Islamiyah sampai akhir zaman, selalu menyambut datangnya bulan Ramadhan dengan penuh suka cita, dan menangis saat ditinggalkan bulan Ramadhan.

Karena keistimewaannya, inilah bulan yang selalu dinantikan kehadirannya oleh umat Islam di seluruh dunia.

Pada bulan ini seluruh umat Islam diwajibkan melaksanakan ibadah puasa. Pada bulan ini, Al−Qur’an sebagai petunjuk dan pembeda antara yang hak dengan yang batil, diturunkan untuk seluruh umat manusia melalui Nabi Muhammad saw. Bulan Ramadhan adalah bulan ibadah dan pelipatgandaan ganjarannya. Pada bulan ini, rahmat dan ampunan Allah dibuka seluas−luasnya, dan pintu neraka ditutup rapat−rapat.

Sebelas bulan yang lalu, kita menjalani kehidupan yang hingar bingar. Kini tiba saatnya untuk kembali merenungi hakikat keberadaan kita di dunia, dengan memugar kembali potensi iman di dada melalui peningkatan ibadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Dengan ibadah shaum Ramadhan, umat Islam disadarkan kembali mengenai hakikat Ihsan, yakni menyembah Allah seakan−akan kita melihat−Nya, dan sesungguhnya memang Allah melihat kita.

Jika saja, seluruh umat Islam sebagai penduduk mayoritas di negeri ini, mampu melestarikan sikap mental menghadirkan Allah pada segenap aspek hidup dan kehidupannya, pastilah bangsa ini tidak perlu mengalami krisis multidimesional berkepanjangan seperti yang kita alami sekarang.

Dengan seruan menegakkan shalat berjama’ah, qiyamullail, tadarus Al−Qur’an, memperbanyak shadaqah, dan menunaikan zakat fitrah sebagai bagian integral dari amaliahnya, Ramadhan tidak hanya membina dan mengajarkan kesalehan individual, tetapi juga mendesak umat Islam untuk mewujudkan kesalehan sosial.

Melalui bulan Ramadhan, umat Islam disegarkan kembali komitmennya pada ajaran sejati Islam sebagai pengemban missi rahmatan lil’alamin.

Oleh karena itu, Ramadhan sesungguhnya sarana awal untuk mengukuhkan kembali jati diri Muslim, memasuki hari−hari panjang pada sebelas bulan sesudah Ramadhan. Hanya mereka yang mampu melestarikan dan mengembangkan seluruh gemblengan selama Ramadhan pada sebelas bulan sesudah bulan suci inilah, yang berhak meraih predikat muttaqin, seperti digambarkan dalam Q.S.Al−Baqarah ayat 183: “Wahai orang−orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan kepada kaum sebelum kamu, supaya kamu menjadi orang−orang yang bertaqwa.”

Sangat logis sabda Rasulullah saw yang menyatakan bahwa siapapun yang melaksanakan ibadah shaum Ramadhan, semata−mata berdasarkan keimanan dan mengharap ridha Allah (iimaanan wahtisaaban), akan diampuni seluruh dosa−dosanya yang telah lalu.

Hanya mereka yang melaksanakan ibadah shaum Ramadhan secara demikian sajalah, yang kelak akan kembali ke fitrah sejati kemanusiaannya (‘Idul fitri) yang hanif: selalu memihak kepada kebaikan, kebenaran, keadilan, dan kejujuran.

Tentu tidak mudah untuk meraih predikat seperti di atas. Bahkan, bukan tidak mungkin kita terkena sabda Rasul yang lain: “Betapa banyak mereka yang melaksanakan puasa, tidak memperoleh ganjaran apa−apa, kecuali lapar dan dahaga.”

Hal tersebut antara lain karena pada hakikatnya, seperti digambarkan dalam Q.S. Al−Hijr dan At−Tiin, manusia adalah muhajir (pengembara) di antara kebaikan dan keburukan.

Marilah kita manfaatkan dengan sungguh−sungguh momentum bulan Ramadhan ini untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas keimanan umat Islam Indonesia yang dibuktikan dengan meningkatnya kualitas kesalehan sosial, sehingga makin menumbuhsuburkan misi utama ajaran Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Marhaban ya Ramadhan….. Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Entry Filed under: Religius. .

3 Comments Add your own

  • 1. denius  |  September 8, 2007 at 8:35 am

    Assalamu’alaikum..wan suduik, gadeok, A.K.A Sutan Makmur.. :d tayuih wan.. spritual blogging!! . sep2 mantap..Mr. P ajak2 lo lah ;) )

    ———————-
    Insyaallah Bang Deni Uyuang……

  • 2. uda_teddi  |  September 10, 2007 at 9:21 am

    ado nan kurang pak den, tajidin, anak nagari, manusia berbatang..itu nan tau di ambo nyoh :D
    antah kok kawan2 nan lain ado nan tau gala lain dari puan awak nan ciek koh
    ;) )

    ———————-
    ha ha ha, banyak nan lain gala lakek di ambo mah, datang lah karumah kok ka nio tahu.. :)

  • 3. rei  |  September 13, 2007 at 10:13 am

    Salam, izinkan ana copy your ramadhan image.
    ———————-
    Waalaikum salam warahmatullaahi wabarakaatu.. Silahkan.

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


St. Makmur

Renungan

“Seseorang di antara kalian akan berbicara langsung dengan Tuhannya, padahal di antara dia dengan Tuhannya tidak ada juru bahasa. Kemudian ia melihat ke kanan, tiada terlihat kecuali amal yang pernah diperbuatnya. Ia melihat ke kiri tiada terlihat kecuali amal yang pernah diperbuatnya; dan ia melihat ke depan, tiada yang terlihat kecuali api yang tepat di depannya. Maka hindarilah oleh kalian siksa api neraka walaupun dengan bersedekah saparuh biji kurma” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kalender

September 2007
S S R K J S M
« Agu   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Blog Stats

Categori

Arsip

Tulisan Terakhir

Komentar Terakhir

hmcahyo di Palanta
Unga Mappanyukki di Palanta
etnahannie di Kepompong Ramadhan
unga di Renungan Untuk Suami2 : Bila I…
Sinta di Renungan Untuk Suami2 : Bila I…

Kunjungi Juga …..